Makna Belajar Dalam Perjanjian Lama dan Implementasinya Bagi PAK Masa Kini

  • Siburian H
  • Wicaksono A
N/ACitations
Citations of this article
281Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sejak lahir manusia mengalami proses tumbuh kembang fisik, jiwa, dan akal pikiran yang disertai dengan kegiatan belajar. Kegiatan belajar juga terjadi dalam pendidikan agama Kristen, di mana yang menjadi objek belajar adalah Firman Tuhan. Oleh karena itu dalam penelitian ini, peneliti menerapkan pendekatan eksposisi kata belajar yang terdapat di Perjanjian Lama, sehingga mendapatkan makna kata belajar.Kata belajar dalam Perjanjian Lama ditulis dalam dua kata yaitu; pertama, kata לָמַד lamad yang bermakna belajar merupakan proses mendalami, memahami sampai mampu melakukan atau menerapkannya dalam kehidupan. Kedua, kata לַהַג  laºhag yang bermakna belajar adalah proses mendapatkan pengetahuan saja, sehingga dalam pendidikan agama Kristen, proses belajar yang dilakukan peserta didik jangan hanya sampai pada mendapatkan pengetahuan saja (firman Tuhan), melainkan harus sampai kepada menerapkan atau melakukannya (firman Tuhan) dalam kehidupan sehari-hari.

Cite

CITATION STYLE

APA

Siburian, H. H., & Wicaksono, A. (2019). Makna Belajar Dalam Perjanjian Lama dan Implementasinya Bagi PAK Masa Kini. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 2(2), 207–226. https://doi.org/10.34081/fidei.v2i2.75

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free