Telaah Rasm Pada Manuskrip Mushaf Al-Qur`An Kuno Di Kalimantan Barat

  • Buhori B
  • Hakim A
  • Abdi E
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Artikel ini membahas tentang karakteristik manuskrip mushaf al-Qur’an dari Sanggau koleksi Museum Provinsi Kalimantan Barat dan manuskrip mushaf Ismahayana Landak serta perbandingan aspek rasm yang terdapat dalam kedua manuskrip mushaf kuno yang ada di Kalimantan Barat ini, dengan dikomparasikan dengan sistem rasm yang terdapat dalam Mushaf Standar Indonesia (MSI).  Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dengan bentuk analisis teks yang dilakukan dengan cara menginventarisir dua manuskrip mushaf kuno ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa manuskrip al-Qur’an Sanggau masih utuh dengan jumlah kuras 23, 190 halaman, jumlah baris perhalaman 15-17, lebar ukuran teks per halaman 0,4 cm. Tidak ditemukan penomoran ayat dan halaman. Teks menggunakan Khat Naskhi dengan tinta hitam. Sedangkan Mushaf Ismahayana ditulis pada kertas Eropa  dengan kondisi fisik yang tidak lengkap. Tidak ada halaman awal dan iluminasi. Total halaman 273 dan 546. Jumlah baris perhalaman adalah 15-16 halaman. Panjang dan lebar teks naskah pada bagian kanan 6 cm, lebar atas 3,5 cm tepi kiri 2 cm dan garis bawah 3 cm. Jenis khat Naskhi ditulis dengan tinta hitam. Manuskrip Mushaf Sanggau dan Manuskrip Ismahayana ditulis dengan rasm imlâ’i. Namun penggunaan rasm ini tidak diterapkan secara konsisten. Sebab pada sebagian penulisan lafal-lafal tertentu juga menggunakan pola rasm utsmâniThis article discusses the characteristics of the manuscripts of the Al-Qur'an manuscripts from the Sanggau collection of the West Kalimantan Museum and the manuscripts of Ismahayana Landak as well as a comparison of the aspects of rasm contained in these two ancient manuscripts in West Kalimantan, in comparison with the rasm system contained in Indonesian Standard Mushaf. The research methode used was content analysis in the form of text analysis which was carried out by taking an inventory of these two ancient manuscripts. This study shows that the manuscripts of the Sanggau are still intact with a total of 23, 190 pages, the number of lines per page is 15-17, and the width of the text size per page is 0.4 cm. No paragraph and page numbering was found. The text uses Khat Naskhi in black ink. Meanwhile, Ismahayana's Mushaf was written on European paper with an incomplete physical condition. No start page or illumination. The total pages are 273 and 546. The number of lines per page is 15-16 pages. The length and width of the text on the right side is 6 cm, the top width is 3.5 cm, the left side is 2 cm and the bottom line is 3 cm. The Naskhi khat type is written in black ink. The Sanggau Mushaf Manuscript and the Ismahayana Manuscript are written with rasm imlâ'i. However, the use of rasm is not applied consistently. Because in some writing certain pronunciations also use the rasm utsmâni pattern

Cite

CITATION STYLE

APA

Buhori, B., Hakim, A., & Abdi, E. C. (2023). Telaah Rasm Pada Manuskrip Mushaf Al-Qur`An Kuno Di Kalimantan Barat. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 7(1), 01–33. https://doi.org/10.35132/albayan.v7i1.569

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free