Abstract
Kedelai merupakan komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan di Indonesia. Kedelaitidak menjadi prioritas untuk diproduksi di Kalimantan Barat sehingga perlu adanya upaya ekstensifikasi dan intensifikasi. Secara ekstensifikasi yaitu pemanfaatan tanah PMK sebagai media tanam. Secara intensifikasi yaitu mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada dengan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi bokashi alang-alang dan pupuk kalium, serta mendapatkan dosis bokashi alang-alang dan pupuk kalium terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Sepakat II Pontianak Tenggara, dimulai pada Mei sampai Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu bokashi alang-alang dan pupuk kalium. Faktor pertama dosis bokashi alang-alang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha. Faktor kedua pupuk kalium terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 100 kg/ha, 150 kg/ha dan 200 kg/ha. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi alang-alang dosis 20 ton/ha dengan pupuk kalium dosis 150 kg/ha merupakan perlakuan terbaik terhadap semua variabel dan terdapat interaksi antara pemberian bokashi alang-alang dan pupuk kalium terhadap tanaman kedelai pada tanah PMK.
Cite
CITATION STYLE
Pratiwi, A. P., Santoso, E., & Purwaningsih, P. (2024). PENGARUH BOKASHI ALANG-ALANG DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING. Jurnal Sains Pertanian Equator, 13(1), 255. https://doi.org/10.26418/jspe.v13i1.60471
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.