JUMANTIK CARE SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN PROGRAM JUMANTIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG BINGKUNG KABUPATEN SOLOK

  • Sari P
  • Fitri A
  • Kasih T
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Jentik nyamuk Aedes aegypti  banyak berkembang biak di tempat-tempat yang tergenang air. Hal ini menyebabkan penyakit DBD banyak terdapat di musim hujan dan biasanya menyerang pada pagi hari dan sore hari. Inciden Rate DBD Provinsi Sumatera Barat berada pada urutan ke empat  terbanyak di Indonesia. Khususnya di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Bingkung terdapat sebanyak 32 kasus DBD pada tahun 2018 dan 8 kasus DBD sampai Agustus 2019. Dari hasi survei yang dilakukan, kegiatan sanitasi dan air bersih di wilayah ini belum terlaksana dengan baik yang meningkatkan risiko perkembangan jentik nyamuk. Karena belum menyeluruh program Juru Pemantau Jentik (Jumantik), dilakukan kegiatan “Jumantik Care” untuk memeratakan program Jumantik di seluruh wilayah kerja Puskesmas Tanjung Bingkung. Intervensi yang dilakukan adalah penyuluhan DBD, pemberian leafet, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), advokasi kepada kader, dan pemeriksaan jentik ke rumah-rumah. Diharapkan kepada petugas puskesmas untuk meningkatkan program promotif dan preventif agar mencegah penularan DBD di masyarakat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sari, P. N., Fitri, A., Kasih, T. M., Yanti, E., Marlina, Y., Yuhesti, M., … Melati, I. (2019). JUMANTIK CARE SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN PROGRAM JUMANTIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG BINGKUNG KABUPATEN SOLOK. Jurnal Hilirisasi IPTEKS, 2(4.b), 435–442. https://doi.org/10.25077/jhi.v2i4.b.314

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free