Manajemen pemeliharaan induk kepiting bakau (Scylla serrata) di ekowisata mangrove Wanasari, Tuban

  • Sarasvati P
  • Dharma I
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu hasil perikanan pantai yang banyak disenangi masyarakat karena rasa dagingnya yang enak, terutama daging kepiting yang sedang bertelur, serta kandungan proteinnya yang tinggi. Ekowisata Mangrove Wanasari, Tuban, Bali sebagai upaya dalam meningkatkan usaha dan kualitas pada ketersediaan kepiting bakau serta untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan Manajemen Pemeliharaan Induk Kepiting Bakau (Scylla serrata) beserta kendala-kendala yang dihadapi pada kegiatan pemeliharaan induk kepiting bakau. Bidang kerja yang diambil adalah pengamatan dan manajemen pengindukan kepiting bakau (Scylla serrata). Dalam pengamatan tersebut indukan kepiting belum dalam tahap fase kawin dikarenakan pada saat itu memasuki musim hujan yang dimana kepiting cenderung pada fase bertahan hidup. Dikatakan bahwa kepiting bakau (Scylla serrata) memasuki fase kawin pada musim kemarau, sehingga pada waktu PKL dilakukan manajemen pada kolam indukan dan indukan agar tidak mati.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sarasvati, P. N., & Dharma, I. G. B. S. (2023). Manajemen pemeliharaan induk kepiting bakau (Scylla serrata) di ekowisata mangrove Wanasari, Tuban. Applied Environmental Science, 1(1). https://doi.org/10.61511/aes.v1i1.2023.61

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free