Mengurai Problem Penderitaan Tiada Tara Mahasiswa Abadi

  • Robingun Suyud El Syam
  • Ngatoilah Linnaja
  • Salis Irvan Fuadi
N/ACitations
Citations of this article
57Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini bertujuan mengurai problem derita tiada tara mahasiswa abadi. Riset merupakan jenis kualitatif dengan setting library research. Penelitian menyimpulkan bahwa mahasiswa abadi adalah sebuah julukan bagi mahasiswa yang menjalani kuliah dalam waktu melebihi kebanyakan mahasiswa lainnya. Fenomena ini merupakan realitas dibanyak kampus di Indonesia. Langkah strategis percepatan kuliah mahasiswa abadi di antaranya: memberi kemudahan dalam percepatan nilai, membangun komunikasi melalui jurusan, perlakuan khusus dosen pembimbing bagi mahasiswa abadi, memberikan pembimbing yang  mudah komunikasi, pemberdayaan dosen wali dalam memberikan motivasi, pemanggilan dari Fakultas bagi mahasiswa semester sepuh, terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), menghadirkan wali mahasiswa abadi untuk sharing dan Audensi dengan mahasiswa abadi. Langkah strategis tersebut bisa dilakukan guna mengurai problem mahasiswa abadi di perguruan tinggi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Robingun Suyud El Syam, Ngatoilah Linnaja, & Salis Irvan Fuadi. (2023). Mengurai Problem Penderitaan Tiada Tara Mahasiswa Abadi. Journal of Creative Student Research, 1(1), 402–414. https://doi.org/10.55606/jcsrpolitama.v1i1.1170

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free