Implementasi Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Seleksi Panitia Pengawas Kecamatan

  • Deni Apriadi
  • Alfiarini
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan merupakan salah satu lembaga pengawas pemilu yang bersifat ad hoc (sementara) yang mengurusi pengawasan penyelenggaraan Pemilu di tingkat kecamatan. Panwascam memiliki fungsi dan peran strategis dalam upaya untuk menciptakan penyelenggara pemilu yang demokratis di tingkat kecamatan. Untuk menghindari terjadinya subyektivitas dan nepotisme dalam seleksi Panwascam maka perlu adanya Sistem Penunjang keputusan untuk membantu Ketua Bawaslu dalam mengambil keputusan. Sebagai pendukung proses pengambilan keputusan maka dibuat sistem berbasis komputer yang dikenal sebagai Decision Support system (DSS) atau sistem penunjang keputusan. Metode AHP  dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang bersifat kompleks tidak tidak terstruktur dimana dibuat dalam sebuah struktur yang berhierarki dari kriteria yang dipilih sampai pada sub-sub kriteria yang paling dalam. Seleksi Panwascam dilakukan dengan menggunakan kriteria-kriteria yang sudah di tetapkan dan membandingkan antara kriteria dengan kriteria, kriteria dengan alternatif dan  menetukan prioritas berdasarkan peringkat dari setiap alternatif. Sehingga diharapkan dapat membantu pihak Bawaslu dalam melakukan seleksi Panwascam yang lebih cepat dan akurat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Deni Apriadi, & Alfiarini. (2021). Implementasi Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Seleksi Panitia Pengawas Kecamatan. SATIN - Sains Dan Teknologi Informasi, 7(1), 45–56. https://doi.org/10.33372/stn.v7i1.712

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free