ANALISIS SISTEM SIRKULASI TATA RUANG BERDASARKAN STANDAR DAN KONDISI PENGGUNA PADA PASAR PEDURUNGAN KOTA SEMARANG

  • Zanjabila N
  • Harani A
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pasar memiliki kedudukan yang sangat penting dalam siklus perekonomian. Pasar adalah tempat sebagian besar kegiatan ekonomi terjadi. Pasar digolongkan menjadi pasar modern dan pasar tradisional. Pasar tradisional seringkali terpinggirkan keberadaanya dikarenakan penataan ruang yang tidak tertata, fasilitas kurang memadahi dan kondisi lingkungan yang buruk. Pemanfaatan ruang pasar harus diperhatikan mengingat kegiatan perdagangan identik dengan keramaian dan kepadatan. Permasalahan ini ditemukan pada salah satu pasar di Kota Semarang, Pasar Pedurungan Kota Semarang yang terletak di Jl. Fatmawati, Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sirkulasi dalam konteks arsitektur dapat diartikan sebagai jalur atau rute yang menghubungkan berbagai ruang di dalam atau di luar sebuah bangunan yang memungkinkan pergerakan orang dari satu area ke area lainnya. Sirkulasi yang baik dirancang untuk efisiensi, kenyamanan, dan aliran alami dari satu ruang ke ruang. Penataan kembali pada tata ruang dalam Pasar pedurungan ditemukan factor krusial yaitu sirkulasi kendaraan, sirkulasi pejalan kaki, sirkulasi barang, sirkulasi antar ruang. Penerapan konsep Open Plan dan Space within a Space menjadi solusi utama agar mengatasi masalah kemacetan sirkulasi dan pemaksimalan fungsi ruang pada Pasar Pedurungan Kota Semarang.Pasar memiliki kedudukan penting dalam siklus perekonomian, namun pasar tradisional sering terpinggirkan karena penataan ruang yang buruk dan kondisi lingkungan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem sirkulasi dan tata ruang di Pasar Pedurungan Kota Semarang sebagai upaya evaluasi keberhasilan pasca renovasi. Penelitian ini terbagi dalam dua kategori yaitu menganalisis sistem sirkulasi dan tata ruang kemudian hasilnya digunakan sebagai bagian dalam mengeksplorasi desain layout pasar. Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung aktivitas pengguna, pengukuran denah sirkulasi, dan dokumentasi foto eksisting. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, membandingkan kondisi eksisting dengan SNI 8152:2021 dan literatur pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan pola sirkulasi double loaded corridor eksisting mengakibatkan permasalahan kemacetan dan ketidaknyamanan pembeli akibat ketidakteraturan layout. Temuan lain adalah, kurangnya zonasi jelas antara area basah dan kering juga menyebabkan penyebaran bau dan kondisi kumuh. Temuan dari penelitian ini menunjukkan desain pasar tidak dapat lepas dari kemungkinan adanya perubahan praktik spasial yang berbeda sehingga kemungkinan perubahan tersebut harus bisa di skenariokan sebelum mendesain.

Cite

CITATION STYLE

APA

Zanjabila, N. M., & Harani, A. R. (2025). ANALISIS SISTEM SIRKULASI TATA RUANG BERDASARKAN STANDAR DAN KONDISI PENGGUNA PADA PASAR PEDURUNGAN KOTA SEMARANG. Arsitekno, 12(2), 120–130. https://doi.org/10.29103/arj.v12i2.21360

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free