SISTEM DRAINASE BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN DI KOTA JAYAPURA PAPUA

  • Andung Yunianta
  • Mamik Wantoro
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Permasalahan limpasan air permukaan dan genangan air yang berlebih merupakan permasalahan yang sering terjadi di Kota Jayapura, dengan topografi yang berbukit cenderung aliran permukaan menjadi lebih besar sehingga sering terjadi banjir bandang dan terjadinya genangan pada daerah datar terutama daerah hulu. Salah satu area publik yang sering terjadi dampak aliran limpasan atau banjir bandang dan genangan air adalah kawasan pendidikan, kawasan ini merupakan aktivitas masyarakat yang paling penting dan perlu perhatian karena melibatkan dari berbagai kalangan masyarakat. Penerapan sistem drainase berkelanjutan yang mengutamakan kualitas air dan manajemen kuantitas air permukaan sangat penting dilakukan guna mengatasi terjadinya banjir bandang dan genangan air di Wilayah Kota Jayapura. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan solusi permasalahan aliran permukaan dan genangan air pada kawasan pendidikan di Kota Jayapura. Metode yang digunakan dalam analisis adalah menggunakan HECRAS untuk perhitungan debit dan dimensi saluran serta penggunaan metode Sustainable Urban Drainage yang sudah populer diterapkan di berbagai negara, serta kualitas air dan manajemen kuantitas air limpasan permukaan. Hasil penelitian ini untuk mendapatkan nilai debit curah hujan maksimum dan debit rancangan aliran permukaan, dimensi saluran drainase, dan sistem drainase berkelanjutan yang sesuai dengan kawasan pendidikan di Kota Jayapura.

Cite

CITATION STYLE

APA

Andung Yunianta, & Mamik Wantoro. (2024). SISTEM DRAINASE BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN DI KOTA JAYAPURA PAPUA. Konferensi Nasional Teknik Sipil (KoNTekS), 1(1). https://doi.org/10.62603/konteks.v1i1.6

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free