APLIKASI BIOCHAR BATANG SINGKONG DAN PEMUPUKAN FOSFAT PADA TANAH ULTISOL TERHADAP P TERSEDIA, PERTUMBUHAN, DAN PRODUKSI JAGUNG (Zea mays L.)

  • Prasetyo D
  • Fajarindo F
  • Sarno S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penggunaan biomassa sisa hasil pertanian berupa batang singkong sebagai bahan baku pembuatan biochar dikarenakan jumlahnya cukup banyak, sehingga menyebabkan adanya penumpukan limbah hasil pertanian di sekitar lahan.  Limbah yang tidak digunakan ini dapat diolah menjadi biochar sebagai bahan pembenah tanah untuk meningkatkan P tersedia dalam tanah dan pertumbuhan serta produksi tanaman jagung.  Penelitian pengaruh pemberian biochar batang singkong dan pemupukan P terhadap P tersedia dan pertumbuhan serta produksi jagung (Zea mays L.) pada tanah Ultisol dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Lampung dan analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor yaitu dosis biochar 0; 2,5; dan 5 ton ha-1 serta dosis pemupukan P 0; 36; dan 72 kg P2O5 ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 5 ton biochar batang singkong ha-1 dengan pemupukan P 36 kg P2O5  ha-1 mampu meningkatkan P tersedia sebesar 13,42 ppm dan pH tanah sebesar 6,10 serta potensi produksi jagung sebesar 11,01 ton ha-1.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prasetyo, D., Fajarindo, F., Sarno, S., Supriatin, S., & Syam, T. (2022). APLIKASI BIOCHAR BATANG SINGKONG DAN PEMUPUKAN FOSFAT PADA TANAH ULTISOL TERHADAP P TERSEDIA, PERTUMBUHAN, DAN PRODUKSI JAGUNG (Zea mays L.). Jurnal Agrotek Tropika, 10(2), 329. https://doi.org/10.23960/jat.v10i2.5949

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free