Tradisi Sapatu Linongkawit di Desa Tandengan Analisis Teologis Berdasarkan 1 Korintus 9:19-22

  • Rondonuwu L
  • Hendriks A
  • Sagala R
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

AbstrakTujuan Penelitian ini adalah untuk mengangkat nilai perdamaian dalam masyarakat Minahasa yang memiliki disparitas opini antara budayawan dan agamawan di Minahasa khususnya di desa Tandengan yaitu dalam meletakkan posisi sepatu di dalam peti jenazah dari seorang yang telah meninggal. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini mengunakan metode kualitatif analisis deskriptif fenomenologi terhadap tradisi sapatu linongkawit melalui pendekatan etnografi dan melalui pendekatan historical-kontekstual terhadap pengkhotbah 9:5b untuk memahami dasar pemikiran yang berbeda dari dua kelompok ini sekaligus untuk mencari titik temu antara keduanya sebagai upaya mewujudkan perdamaian antara budaya dan agama/dokmatika dalam masyarakat Minahasa. Titik temu yang diperoleh merupakan kebaruan dalam artikel ini yatiu bahwa rasa kemanusiaan dalam membangun hubungan sosial di antara sesama manusia menempati prioritas pertama dalam hati setiap orang dan perlu bersikap sosial yang positif dalam berinteraksi dengan sesama, selain itu tradisi ini menarik juga karena mengandung nilai kekeluargaan yang berbanding lurus dengan ajaran agama juga memiliki nilai budaya wisata yang bisa menambah income desa.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rondonuwu, L. D., Hendriks, A. C., & Sagala, R. W. (2022). Tradisi Sapatu Linongkawit di Desa Tandengan Analisis Teologis Berdasarkan 1 Korintus 9:19-22. Jurnal Christian Humaniora, 6(2), 111–126. https://doi.org/10.46965/jch.v6i2.1611

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free