Peran Regulasi Emosi dalam Memprediksi Efikasi Diri pada Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan

  • Aniela C
  • Soetikno N
N/ACitations
Citations of this article
92Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan dalam kehidupan sehari-hari menghadapi tantangan regulasi emosi dalam kehidupan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Regulasi emosi mencakup kesadaran, pemahaman, penerimaan emosi, pengendalian impuls, kemampuan bertindak sesuai tujuan, serta penggunaan emosi secara fleksibel. Regulasi emosi diketahui memiliki peran dalam memprediksi efikasi diri. Penelitian ini bertujuan memahami peran regulasi emosi dalam memprediksi efikasi diri pada WBP perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional prediktif dengan menggunakan teknik convenience sampling dan simple regression. Alat ukur yang digunakan adalah Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Forms (DERS-SF) dan General Self-Efficacy Scale (GSES), yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia Dan dimodifikasi untuk disesuaikan dengan konteks penelitian ini. Hasil menunjukkan regulasi emosi memiliki peran dalam memprediksi efikasi diri sebesar 16,4%. Temuan ini diharapkan bermanfaat dalam perencanaan pembinaan di lapas, khususnya melalui pelatihan pengembangan regulasi emosi dan efikasi diri bagi WBP.

Cite

CITATION STYLE

APA

Aniela, C., & Soetikno, N. (2024). Peran Regulasi Emosi dalam Memprediksi Efikasi Diri pada Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan. JIPSI, 6(2), 122–133. https://doi.org/10.37278/jipsi.v6i2.990

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free