Abstract
Penggunaan ajaran tasawuf sebagai salah satu media proses penyebaran dan penyiaran agama Islam inilah yang membuat penulis berminat untuk melakukan penelitian tentang, “Sejarah Perkembangan dan Pemikiran Tasawuf di Aceh Pada Abad Ke 16â€. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah perkembangan dan pemikiran tasawuf di Aceh pada abda ke 16. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui sejarah perkembangan tasawuf di Aceh pada abad ke 16 dan (2) untuk mengetahui mengenai pemikiran-pemikiran tasawuf di Aceh pada abad ke 16. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah atau metode sejarah dengan tahapan penelitian, yakni: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, dan (4) historiografi. Teknik pengumpulan data yang di gunakan ialah tehnik kepustakaan, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perkembangan tasawuf di kalangan Islam mengalami beberapa periode, yakni priode pembentukan pada abad I Hijriah yang ditandai munculnya bibit-bibit tasawuf, priode pengembangan pada abad III dan IV Hijriah yang sudah mempunyai corak yang berbeda dengan tasawuf sebelumnya, priode konsolidasi pada abad V Hijriah yang ditandai dengan kompetisi dan pertarungan antara tasawuf semi falsafi dan tasawuf Sunni, priode falsafi pada abad ke VI Hijriah yang ditandai dengan munculnya tasawuf Falsafi dan periode pemurnian yang terjadi setelah abad VI Hijriah.
Cite
CITATION STYLE
Sasmanda, S. (2018). SEJARAH PERKEMBANGAN DAN PEMIKIRAN TASAWUF DI ACEH PADA ABAD KE-16 M. Kalpataru: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 2(2), 67–77. https://doi.org/10.31851/kalpataru.v2i2.1600
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.