Tradisi Merantau: Representasi Identitas dan Kearifan Masyarakat Bawean

  • Oetami S
  • Ali M
N/ACitations
Citations of this article
67Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Masyarakat Bawean dikenal memiliki tradisi merantau. Keberlangsungan tradisi  merantau yang sudah turun-temurun menjadikan masyarakat Bawean tersebar dan eksis di beberapa kawasan Nusantara dan beberapa negara seperti di Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Pulau Cristmas. Kampung Boyan merupakan salah satu ciri komunitas orang Bawean di perantauan. Tujuan penelitian ini menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai solidaritas yang menjadi kearifan lokal dari tradisi merantau masyarakat Bawean. Metode deskriptif kualitatif menjadi ancangan kajian. Dalam hal ini, peneliti mendeskripsikan secara menyeluruh dan mendalam nilai-nilai solidaritas dari tradisi merantau masyarakat Bawean. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa nilai solidaritas tradisi merantau masyarakat Bawean terimplementasi pada pengawal dan Kampung Boyan, ngater-ngateraken. Harapan dan keberhasilan merantau dijiwai sikap futuristik dengan kerja keras, saling menghormati, kerja sama, saling membantu pemenuhan kebutuhan, saling percaya, tolong-menolong, toleransi, dan penyelesaian persoalan dengan baik melalui solidaritas yang tetap terjaga.

Cite

CITATION STYLE

APA

Oetami, S. W. B., & Ali, M. (2022). Tradisi Merantau: Representasi Identitas dan Kearifan Masyarakat Bawean. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 2(1), 143–156. https://doi.org/10.21009/arif.021.09

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free