Abstract
Penelitian mengenai sebaran tingkat kebisingan di permukiman yang berada di dekatjalur rel KRL (kereta Rel Listrik), dilakukan di permukiman Tebet Timur Dalam, DKI Jakarta,guna mengetahui Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan di permukimantersebut sudah sesuai dengan standard atau belum. Jika belum maka perlu dilakukan rekomendasi untuk mengurangi kebisingan tersebut. Waktu pengambilan data adalah selama dua minggu dengan menggunakan metode grid dalam menentukan titik koordinat. Pengambilan data tingkat kebisingan pada tiap titik dilakukan dalam kurun waktu 24 Jam sebanyak enam waktu. Pemetaan sebaran kebisingan menggunakan aplikasi Surferdengan metode kriging dan data berupa titik koordinat dan nilai hasil pengukuran. Titik koordinat didapatkan menggunakan aplikasi android bernama UTM Geo Map. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat kebisinganLSMtertinggipada jarak 20 meter pada Gang C sebesar 80,5 dBA, dan data hasil LSMterendah pada jarak 80 meter dari sumber kebisingan pada Gang B sebesar 54,2 dBA.Jarak aman yang direkomendasikan untuk mendirikan permukiman adalah diatas 80 meter karena sesuai dengan NAB. rekomendasi lainnya guna meredam kebisingan yaitu dengan memberi penghalang berupa pohon atau tembok beton yang membatasi pinggir rel kereta pada jarak minimal sejauh lima meter dengan daerah permukiman warga.
Cite
CITATION STYLE
Wati, E. K. (2020). Pengukuran dan Analisis Kebisingan Permukiman Tepi Rel Kereta Listrik. STRING (Satuan Tulisan Riset Dan Inovasi Teknologi), 4(3), 273. https://doi.org/10.30998/string.v4i3.5400
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.