Problema Integrasi-Interkoneksi Pendidikan Agama Islam dalam Upaya Penguatan Kebijakan Inovasi Merdeka Belajar di Pesisir Selatan

  • Roni R
  • Nurdin S
  • Kosim M
N/ACitations
Citations of this article
138Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Masalah internal yang paling mendasar ialah tenaga pengajar (guru) BAM dan pendidikan al Qur’an dalam merancang dan menyusun bahan ajar, dalam menentukan cara penyajian, dalam menetukan arah pembelajaran, dan dalam menjabarkan tujuan pembelajaran. Dengan kreativitas itu, pembelajaran akan berdaya guna dan berhasil guna. Sedangkan masalah eksternal ialah masalah penerapan hasil belajar BAM di tengah-tengah masyarakat Minangkabau.  Penelitian kualitatif dengan jenis field research dan metode deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Perlu upaya integrasi-interkoneksi pendidikan agama Islam dalam rangka penguatan kebijakan inovasi merdeka belajar di Pesisir Selatan. Upaya yang mesti dilakukan dalam rangka membuat program integrasi-interkoneksi PAI dalam rangka Penguatan Kebijakan Inovasi Merdeka Belajar yang perlu digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan serta Kementerian Pendidikan Agama Pesisir Selatan   dapat   mencapai   tujuannya.   Metode   pelaksanaan bisa dilakukan dengan dua tahapan diantaranya bisa melalui seminar dan   workshop/mentoring  pembuatan   RPP,   media   dan   materi   ajar   PAI terintegrasi-interkoneksi   dengan   Pendidikan   Al-Qur’an  dan  Budaya  Alam  Minangkabau.

Cite

CITATION STYLE

APA

Roni, R. P., Nurdin, S., & Kosim, M. (2022). Problema Integrasi-Interkoneksi Pendidikan Agama Islam dalam Upaya Penguatan Kebijakan Inovasi Merdeka Belajar di Pesisir Selatan. IQ (Ilmu Al-Qur’an): Jurnal Pendidikan Islam, 5(02), 153–170. https://doi.org/10.37542/iq.v5i02.679

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free