Pengaruh Frekuensi Makan Terhadap Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di Era Pandemi Covid-19 di Pekanbaru

  • Qomariah S
  • Herlina S
  • Sartika W
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
58Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang: Status Gizi merupakan gambaran ekspresi dari keadaan keseimbangan zat gizi sebagai akibat dari konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi yang dikonsumsi. Menurut hasil laporan Global Health Observatory (GHO), paling sedikit 2,8 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat memiliki status gizi overweight maupun obesitas.Tujuan: adalah untuk mengertahui pengaruh frekuensi makan terhadap gizi lebih pada Remaja dimasa Pandemi Covid 19. Metode: Penelitain ini menggunakan   survey analitik dengan designcross sectional. Populasi dalam Penelitian ini seluruh Remaja yang ada di Pekanbaru dan sampel sebanyak 335 Remaja.Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Sampling dimana sampel diambil secara acak sebagai responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah berbentuk kuesioner. Hasil penelitian:Menunjukkan bahwa Hasil Penelitian menunjukan  Mayoritas Frekuensi Makan >3 kali 67 dengan (43,79%) dan Minoritas Frekuensi Makan 3 kali sebanyak 86 orang dengan (56,20%.). Mayoritas Kontrol Gizi Lebih sebanyak 57 (31,31%) dan Minoritas Kasus Gizi Lebih sebanyak 125 (68,68%). Ada pengaruh Peran Orang Tua terhadap gizi lebih pada remaja dengan nilai P Value 0,000. Simpulan: Terdapat Pengaruh Frekuensi Makan Terhadap Gizi Lebih Pada Remaja diEra Pandemi Covid 19 di Pekanbaru.

Cite

CITATION STYLE

APA

Qomariah, S., Herlina, S., Sartika, W., & Juwita, S. (2022). Pengaruh Frekuensi Makan Terhadap Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di Era Pandemi Covid-19 di Pekanbaru. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 6(1), 25–29. https://doi.org/10.36474/caring.v6i1.211

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free