Abstract
Nelayan yang beroperasi di perairan Sulawesi Tenggara umumnya menggunakan kapal penangkap ikan yang digerakkan oleh mesin diesel. Selain itu, kebutuhan listrik dasar di kapal dipenuhi menggunakan baterai yang harus diisi secara manual, sehingga menambah waktu, biaya, dan beban kerja bagi para nelayan. Dengan potensi wilayah yang luas, diperlukan analisis mendalam terkait integrasi energi terbarukan dengan mesin diesel untuk mendukung nelayan lokal secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan merancang kapal penangkap ikan multifungsi berkapasitas 10 GT yang menggunakan sistem tenaga hibrida dengan memanfaatkan energi surya sebagai sumber listrik alternatif yang dipadukan dengan mesin diesel. Konsep desain kapal multifungsi ini memungkinkan kapal beroperasi sepanjang tahun dengan menyesuaikan perubahan musim di Indonesia sekaligus menghasilkan tangkapan berkualitas tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal penangkap ikan berkapasitas 10 GT dengan panjang 15 meter, lebar 5 meter, dan sarat air 0,75-meter dapat dilengkapi dengan mesin diesel berdaya 40 PK serta motor listrik outboard bertegangan 60volts. Metode Compton menghasilkan tahanan sebesar 9,8 kN dan kebutuhan daya 50,5 kW. Metode Fung menghasilkan tahanan sebesar 6,5 kN dan daya 33,3 kW, sedangkan metode Holtrop menghasilkan tahanan sebesar 5,3 kN dan daya 27,4 kW. Sistem energi surya yang diusulkan untuk kapal ini mencakup enam panel surya dengan kapasitas masing-masing 250 WP, yang dapat digunakan untuk mengoperasikan mesin kapal dan peralatan listrik di kapal.
Cite
CITATION STYLE
Djunuda, R., Aras Mubarak, A., Samaluddin, S., Muhaimin, A., & Hariyono, H. (2025). Analisis desain kapal ikan multifungsi 10 GT bertenaga hybrid dengan memanfaatkan energi terbarukan dan motor diesel di perairan Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmiah Giga, 27(2), 88–95. https://doi.org/10.47313/jig.v27i2.3848
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.