Gangguan Berbahasa pada Anak Usia Lima Tahun (Kajian Psikolinguistik)

  • Lestari A
  • Ifada Z
  • Ardiyanto R
N/ACitations
Citations of this article
75Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya di dalam masyarakat. Untuk dapat berinteraksi dengan sesama, manusia menggunakan bahasa sebagai media dalam menyampaikan pesan. Bahasa merupakan sebuah sistem berupa lambang atau simbol yang bersifat manasuka dan berfungsi sebagai alat komunikasi antarmanusia. Setiap manusia melewati tahap pemerolehan bahasa yang berbeda-beda. Apabila bahasa yang diujarkan oleh seorang anak tidak dapat dipahami oleh orang lain, kemungkinan anak tersebut mengalami gangguan bahasa pada saat pemerolehan bahasanya. Penelitian dengan judul Gangguan Berbahasa pada Anak Usia 5 Tahun (Kajian Psikolinguistik) bertujuan untuk mengidentifikasi gangguan berbahasa yang dialami oleh anak berusia 5 tahun serta faktor yang menyebabkan anak tersebut mengalami gangguan berbahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data diambil dengan menggunakan teknik simak libat cakap dan teknik rekam. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat gangguan berbahasa pada narasumber yang berupa cadel (lisping), pelo (slurring), dan pelesapan fonem. Faktor penyebab terjadinya gangguan berbahasa pada narasumber disebabkan oleh faktor fisiologis dan faktor fungsional.

Cite

CITATION STYLE

APA

Lestari, A. A., Ifada, Z. A., & Ardiyanto, R. (2023). Gangguan Berbahasa pada Anak Usia Lima Tahun (Kajian Psikolinguistik). Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(2), 125–132. https://doi.org/10.22236/imajeri.v5i2.10460

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free