Abstract
Ekosistem mangrove berperan penting dalam penyimpanan karbon dan layak menjadi kajian dalam ekosistem Blue Carbon. Mangrove memanfaatkan CO2 untuk proses fotosintesis dan menyimpannya dalam stok biomassa dan sedimen sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Perkiraan penyimpanan karbon pada ekosistem mangrove begitu besar sehingga penting untuk menghitung persentase estimasi simpanan karbon pada sedimen mangrove di Desa Jeruju Besar, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan karbon tersimpan pada sedimen mangrove di kedalaman yang berbeda dan mengetahui parameter fisika kimia pada daerah perairan. Penentuan titik lokasi pengamatan menggunakan metode purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel sedimen mangrove dilakukan dengan metode stratified sampling. Data yang dianalisis adalah bulk density, Presentase bahan organik sedimen dan presentase karbon organic pada sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah karbon total di ekosistem mangrove di Desa Jeruju Besar berkisar antara 3379,91-3905,29 ton/ha. Simpanan karbon yang paling tinggi yaitu di kedalaman 30-60 cm pada stasiun III yaitu 5224,70 ton/ha.
Cite
CITATION STYLE
Sumarni, G., Nurrahman, Y. A., & Minsas, S. (2024). Simpanan Karbon pada Sedimen Mangrove di Kedalaman Berbeda di Desa Jeruju Besar Kalimantan Barat. Jurnal Laut Khatulistiwa, 7(1), 58. https://doi.org/10.26418/lkuntan.v7i1.64375
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.