Abstract
Tulisan ini berupaya menggambarkan bagaimana fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga keagamaan yang dianggap memiliki otoritas atas penafsiran ajaran Islam yaitu oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan andil dan restu secara tidak langsung atas terjadinya konflik dan kekerasan ditengah masayarakat yang pluralistik. Dengan menggunakan teori speech act analysis (analisis tindak ujar ) ditemukan bahwa fatwa yang dikeluarkan MUI mensublemasi konflik dan kekerasan terhadap pihak yang di fatwakan sesat dan tidak jarang orang-orang yang melakukan kekerasan berlandaskan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI. Dari temuan tersebut diperlukan upaya reposisi MUI dimana aktor yang tergerak dalam MUI maupun pemimpin Politik memiliki sensitivitas konflik yang kaut sehingga fatwa yang dikeluarkan memiliki pertimbangan sosiologis yang matang.
Cite
CITATION STYLE
Sahfutra, S. A. (2022). Reposisi MUI di Indonesia: Menyoal Fatwa Sesat Sebagai Sublimasi Konflik dan Kekerasan. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 6(1), 622–635. https://doi.org/10.22437/jssh.v6i1.19730
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.