Reposisi MUI di Indonesia: Menyoal Fatwa Sesat Sebagai Sublimasi Konflik dan Kekerasan

  • Sahfutra S
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini berupaya menggambarkan bagaimana fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga keagamaan yang dianggap memiliki otoritas atas penafsiran ajaran Islam yaitu oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan andil dan restu secara tidak langsung atas terjadinya konflik dan kekerasan ditengah masayarakat yang pluralistik. Dengan menggunakan teori  speech act analysis (analisis tindak ujar ) ditemukan bahwa fatwa yang dikeluarkan MUI mensublemasi konflik dan kekerasan terhadap pihak yang di fatwakan sesat dan tidak jarang orang-orang yang melakukan kekerasan berlandaskan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI. Dari temuan tersebut diperlukan upaya reposisi MUI dimana aktor yang tergerak dalam MUI maupun pemimpin Politik memiliki sensitivitas konflik yang kaut sehingga fatwa yang dikeluarkan memiliki pertimbangan sosiologis yang matang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sahfutra, S. A. (2022). Reposisi MUI di Indonesia: Menyoal Fatwa Sesat Sebagai Sublimasi Konflik dan Kekerasan. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 6(1), 622–635. https://doi.org/10.22437/jssh.v6i1.19730

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free