Desain Alat Terapi Fraktur Berbasis Medan Elektromagnetik

  • Anis Nismayanti
  • Hasmia
  • Maskur
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fraktur adalah patah tulang yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik.  Permasalahan fraktur dapat menjadi besar jika tidak ditangani dengan baik. Untuk itu penyembuhan fraktur menggunakan Pulsed Electromagnetic Field (PEMF) menjadi salah satu solusi. Penelitian ini bertujuan merancang alat terapi fraktur berbasis medan elektromagnetik. Alat terapi fraktur yang dibuat menggunakan kumparan Helmholtz untuk menghasilkan medan magnet dengan variasi jumlah lilitan kawat 50 – 400 lilitan, variasi kuat arus 0,12 – 0,19 A, variasi jarak antara kumparan 5 – 25 cm, dan variasi diameter 19,8 cm dan 22 cm. Berdasarkan data yang diperoleh dapat membuktikan bahwa medan magnet berbanding lurus dengan arus dan jumlah lilitan namun berbanding terbalik terhadap jarak antara kumparan dan besar diameter kumparan. Hasil penelitian menunjukan bahwa  nilai medan magnet 150 µT berhasil diperoleh dengan nilai arus 0,15 A, jumlah lilitan kawat sebanyak 300, jarak antara kumparan 10 cm, dan diameter kumparan helmholtz 19,8 cm.

Cite

CITATION STYLE

APA

Anis Nismayanti, Hasmia, Maskur, & Lufsyi Mahmudin. (2021). Desain Alat Terapi Fraktur Berbasis Medan Elektromagnetik. Gravitasi, 20(1), 1–4. https://doi.org/10.22487/gravitasi.v20i1.15453

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free