Abstract
Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang dialami oleh balita didunia termasuk di Indonesia. Stunting terjadi akibat tidak terpenuhnya asupan gizi dalam waktu yang lama.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Best practice personal hygiene orang tua balita stunting di daerah Pedesaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian metode kualitatif Deskriptif studi kasus prospektif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 17 informan di Desa Batulappa dan Desa Kassa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara dan observasi dan Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan mayoritas informan di Desa Batulappa dan Desa Kassa menerapkan praktik persalinan bersih, tetapi kesadaran akan pentingnya penggunaan air bersih dan mencuci tangan dengan sabun masih rendah. Meskipun beberapa menggunakan jamban sehat, tidak ada yang melakukan pemberantasan jentik nyamuk di rumah, menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran akan kesehatan lingkungan. Kesimpulan Praktik kebersihan seperti mencuci tangan dan menggunakan air bersih serta jamban sehat masih perlu ditingkatkan di Desa Batulappa untuk mengurangi risiko stunting pada balita, sementara edukasi tentang pemberantasan jentik nyamuk juga penting untuk mencegah penularan penyakit yang berkontribusi pada stunting. Saran: Meningkatkan pendidikan, kesadaran, dan infrastruktur sanitasi serta program edukasi pemberantasan vektor nyamuk dapat membantu mengurangi risiko stunting di Desa Batulappa. Kata Kunci : Best practice personal hygiene; stunting; pedesaan.
Cite
CITATION STYLE
Hasni, N., Amir, R., & Nurlinda, N. (2024). Best Practice Personal Hygiene Orang Tua Balita Stunting : Studi Kasus Di Desa Batulappa dan Desa Kassa. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 24(2), 227–240. https://doi.org/10.32382/sulo.v24i2.813
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.