Terapi Doxycycline pada Laki-laki Homoseksual dengan Sifilis Sekunder dan Infeksi Human Immunodeficiency Virus

  • Anggana Rafika Paramitasari
  • Imroatul Ulya
  • Agung Triana Hartati
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Background: Re-emergence of syphilis is increasing especially among MSM (men who have sex with men) patients. Syphilis in HIV-infected patients is reported to show faster and higher risk for progression to neurosyphilis. Co-infection of syphilis and human immunodeficiency virus (HIV) is correlated with decrease in CD4 and increase in HIV-RNA. Doxycycline has an antiinflammatory effect associated with decrease of HIV-RNA and increase of CD4 in HIV patients. Case: A 20 years old foreigner MSM man complained about non-itchy red spots throughout his body for 2 days with slight fever. He has a history of more than 10 sexual partners and rarely use condom. Physical examination revealed various sizes of erythematous macules and papules on his trunk and extremities. We found erythematous plaques with regular border but no ulcer on his scrotum and no secrete from his urethra. There was enlargement in the inguinal lymph node. VDRL and TPHA examinations were 1:32 and 1:640, respectively. HIV test was reactive with CD4 value 558 cells/ml. Treatment consists of doxycycline 2x100 mg for 14 days and also ARV (nevirapine, lamivudine and zidovudine). His symptoms were improved after a month accompanied with decreased VDRL to 1:2 and slightly increased CD4 to 570 cells/ml. Discussion: Doxycycline is a second line treatment for syphilis that is known to help decreasing the viral load and increasing CD4 level in syphilis with HIV. A significant decrease in VDRL titer in this patient indicates a successful therapy.Pendahuluan: Re-emergence sifilis banyak ditemukan pada laki-laki homoseksual dengan infeksi HIV positif. Perjalanan penyakit sifilis pada pasien dengan HIV lebih cepat dan berisiko tinggi menjadi neurosifilis. Koinfeksi sifilis dan human immunodeficiency virus (HIV) dikaitkan dengan penurunan CD4 dan peningkatan HIV-RNA. Perbaikan keduanya dikaitkan dengan terapi sifilis yang efektif, salah satunya dengan terapi doxycycline. Doxycycline memiliki efek antiinflamasi yang berhubungan dengan penurunan viral load serta peningkatan CD4 pada pasien positif HIV. Kasus: Laki-laki warga negara asing berusia 20 tahun dengan keluhan utama bintik merah tidak gatal pada sekujur tubuh yang muncul selama 2 hari disertai demam. Pasien sudah berobat namun belum tampak perbaikan. Riwayat berhubungan seksual sesama jenis dan bergonta-ganti pasangan lebih dari 10 kali dalam 10 tahun terakhir, serta jarang menggunakan kondom. Regio generalisata tampak papul eritem multipel diskret berukuran miliar hingga lentikular. Regio skrotum dan penis pasien terdapat lesi makula eritema, plak indurasi sewarna kulit multipel berbatas tegas. Teraba pembesaran kelenjar getah bening regio inguinalis. Pemeriksaan VDRL 1:32 dan TPHA 1:640. Hasil pemeriksaan HIV reaktif 241,50 dengan nilai CD4 558 sel/ml. Pasien diedukasi untuk menjalani abstinensi hubungan seksual. Terapi yang diberikan adalah doxycycline 2x100 mg selama 14 hari, serta ARV nevirapine, lamivudine, dan zidovudine. Pasien mengalami perbaikan manifestasi klinis dalam sebulan pengobatan. Pemeriksaan VDRL saat kontrol bulan ketiga adalah 1:2 dengan CD4 570 sel/ml. Pembahasan: Doxycycline merupakan lini kedua untuk tata laksana penyakit sifilis yang berdasarkan studi mampu membantu menurunkan viral load dan meningkatkan jumlah CD4 pada penderita sifilis dengan HIV. Pada kasus ini, penurunan titer VDRL pasien secara signifikan dibanding titer awal mengindikasikan keberhasilan terapi. Hasil pemeriksaan CD4 pasien juga mengalami kenaikan pada bulan ketiga.

Cite

CITATION STYLE

APA

Anggana Rafika Paramitasari, Imroatul Ulya, Agung Triana Hartati, Susanti Rosmala Dewi, & Prasetyadi Mawardi. (2021). Terapi Doxycycline pada Laki-laki Homoseksual dengan Sifilis Sekunder dan Infeksi Human Immunodeficiency Virus. MEDICINUS, 34(1), 37–43. https://doi.org/10.56951/medicinus.v34i1.52

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free