Pemanfaatan Etnobotani Masyarakat Tengger Untuk Obat Herbal dan Upacara Adat

  • Sari A
  • Hariyati Y
N/ACitations
Citations of this article
80Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penurunan ketersediaan tanaman etnobotani baik untuk obat herbal maupun upacara adat di Desa Ngadisari diakibatkan oleh rendahnya minat masyarakat untuk melakukan budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat Tengger dalam pemanfaatan tanaman etnobotani di Desa Ngadisari. Metode yang digunakan adalah skala likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dalam pemanfaatannya sebagai obat herbal antara lain berdasarkan tingkat kebutuhan sebesar 4,4, penggunaan 3,3, keberhasilan 2,8 dan kemudahan bahan didapat 3,4. Besar persepsi masyarakat dalam pemanfaatannya sebagai upacara adat berdasarkan tingkat kebutuhannya sebesar 13,3, penggunaan 7,5, keberhasilan 9,0 dan kemudahan bahan didapat 8,9. Disimpulkan bahwa persepsi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman etnobotani untuk obat herbal tergolong sangat rendah dengan nilai sebesar 13,9, sedangkan pemanfaatan tanaman etnobotani untuk upacara adat tergolong sangat tinggi dengan nilai sebesar 38,7.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sari, A. A., & Hariyati, Y. (2020). Pemanfaatan Etnobotani Masyarakat Tengger Untuk Obat Herbal dan Upacara Adat. AGRIEKONOMIKA, 9(2), 215–230. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v9i2.8033

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free