Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 tentang Istri yang Menolak Ajakan Suami untuk Berhubungan Biologis dalam Tinjauan Hukum Islam

  • Hidayat E
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketentuan Undang Undang Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 tentang istri yang menolak ajakan suami untuk hubungan biologis dan tinjauan Hukum Islam terhadap Undang Undang Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 tentang istri yang menolak ajakan suami untuk hubungan biologis. Metodologi penelitian yang dipakai adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data teknik dokumentasi atau studi kepustakaan dan menggunakan metode analisis data deduktif. Hasil penelitian yang dapatkan yakni menurut pasal 31 Undang Undang perkawinan nomor 1 tahun 1974 ialah Hak dan kedudukan isteri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan suami dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat termasuk hak dan kedudukan dalam berhubungan biologis. Menurut hukum Islam, istri tetap berkewajiban melayani suami, kapanpun dan dimanapun dengan sepenuh hati jika istri menolak maka istri tidak akan mendapatkan keberkahan dan durhaka terhadap suami kecuali jika istri mempunyai halangan yang syar’i seperti haid, nifas dan sakit.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hidayat, E. M. (2022). Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 tentang Istri yang Menolak Ajakan Suami untuk Berhubungan Biologis dalam Tinjauan Hukum Islam. El ’Aailah: Jurnal Kajian Hukum Keluarga, 1(2), 1–15. https://doi.org/10.59270/aailah.v1i2.116

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free