Inovasi Terapi Aktivitas Kelompok Berdzikir dan Musik Instrumen Spiritual sebagai Upaya Penurunan Tingkat Halusinasi Persepsi Sensori di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum

  • Tasalim R
  • Habibi A
  • Pajar M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
163Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu dari gangguan jiwa dimana seseorang tidak mampu membedakan antara kehidupan nyata dengan kehidupan palsu. Berdasarkan pengkajian dan skrining yang telah lakukan, didapatkan hasil permasalahan pasien terbanyak dengan diagnosa keperawatan jiwa halusinasi persepsi sensori di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung kepada pasien yang berada di rumah sakit jiwa Sambang Lihum dengan metode yang digunakan  dengan ceramah dan small group discussion (SGD). Populasi yang digunakan pada pengabdian masyarakat adalah pasien yang berada di rumah sakit jiwa Sambang Lihum Kalimantan selatan dengan sampel sebanyak 7 orang. Target dari kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan pasien mampu mengontrol halusinasinya dengan kegiatan yang telah dilakukan (berdzikir). Hasil dari kegiatan masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dan berperan aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan. Berdasarkan hasil evaluasi akhir pasien mengatakan dengan terapi dzikir, mereka merasa lebih nyaman dan lebih mampu mengontrol halusinasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tasalim, R., Habibi, A., Pajar, M. M., Hasanah, U., Herliani, V., & Khairunnisa, K. (2023). Inovasi Terapi Aktivitas Kelompok Berdzikir dan Musik Instrumen Spiritual sebagai Upaya Penurunan Tingkat Halusinasi Persepsi Sensori di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(1), 271–278. https://doi.org/10.54082/jamsi.641

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free