PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL MATERI TEKS FABEL DI KELAS VII SMP: STUDI ANALISIS KEBUTUHAN

  • Nurhayati D
  • Hermanto H
  • Himawan R
N/ACitations
Citations of this article
48Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bahan ajar merupakan seperangkat bahan tersusun sistematis sedemikian rupa untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran secara nyaman. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan salah satu guru Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta, didapatkan hasil bahwa selama proses pembelajaran materi teks fable, guru sebagai fasilitator pembelajaran masih menggunakan bahan ajar berupa buku teks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode R&D (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yaitu terdapat lima tahap pengembangan yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa wawancara dan angket. Wawancara dilakukan kepada Guru dan peserta didik kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta dan SMP PIRI Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan didapatkan hasil bahwa selama ini Guru sebagai fasilitator pembelajaran belum menerapkan modul digital yang telah disesuaikan dengan perkembangan zaman dalam pembelajaran teks fabel di kelas VII, peserta didik belum pernah dihadirkan modul digital sebagai bahan ajar penunjang mata pelajaran teks fabel.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurhayati, D., Hermanto, H., & Himawan, R. (2022). PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL MATERI TEKS FABEL DI KELAS VII SMP: STUDI ANALISIS KEBUTUHAN. Jurnal Basataka (JBT), 5(2), 424–429. https://doi.org/10.36277/basataka.v5i2.170

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free