Analisis Determinan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia Tahun 2019 dengan Spatial Error Model (SEM)

  • Sukmawati A
N/ACitations
Citations of this article
64Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Keberhasilan pembangunan suatu negara tidak hanya semata-mata diukur dari tingkat pertumbuhan ekonominya. UNDP pada tahun 1990 menjelaskan tentang pentingnya pembangunan yang fokus pada manusia dengan memperkenalkan suatu konsep yang dikenal sebagai Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan penelitian terdahulu, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap IPM yaitu PDRB per kapita (PDRB), realisasi belanja pemerintah di bidang Kesehatan (EXPH), dan prevalensi perkawinan usia dini (KAWN). Penelitian ini menggunakan analisis regresi spasial untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi IPM di Indonesia agar dapat mengakomodir efek spasial data. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 34 provinsi yang ada di Indonesia. Dengan menggunakan model SEM, diperoleh bahwa variabel PDRB dan KAWN berpengaruh signifikan terhadap IPM. Variabel PDRB memiliki hubungan positif sedangkan variabel KAWN memiliki hubungan negatif terhadap IPM. Sementara itu, variabel EXPH tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM di Indonesia. Model SEM merupakan model terbaik karena memiliki nilai AIC yang lebih kecil dibandingkan model OLS.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sukmawati, A. (2022). Analisis Determinan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia Tahun 2019 dengan Spatial Error Model (SEM). Seminar Nasional Official Statistics, 2022(1), 1305–1314. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2022i1.1532

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free