Abstract
ABSTRACT This paper focuses on discussing the method of Participatory Design for Public Space as a learning method for students in an Interior Design study program using case studies of designing nursing homes. The main issue is that many nursing homes in Indonesia have not been designed according to the standards, which the users need. What becomes vital here is that problems need to be solved in more specific ways. Branches of Social Science that uphold human values, such as Psychology in this case, began to be incorporated into the process of designing nursing homes. Over time, due to the development of knowledge in an academic environment and also society at large, interior designers have started to realize the importance of using empathy as an instrument adopted from social science. The goal is to produce designs that are meaningful and appropriate for use in the ideal conditions for the users themselves. The overall results of this study will be demonstrated through the exploration of learning from an academic institution that is enriched by involving the user communities. Students are faced with practical exploration, which requires them to manifest their existing scientific knowledge in a real life situation. This form of learning is implemented in Interior Design studies with a Participatory approach that emphasizes human behavior as the users who actually occupy the space and indeed its surrounding environment. Keywords: Interior Design education, participatory design, nursing homes.ABSTRAK Makalah memusatkan pada pembahasan metode perancangan partisipatif ruang publik sebagai pembelajaran bagi para mahasiswa/i program studi Desain Interior dengan studi kasus perancangan rumah lansia/panti jompo. Isu permasalahannya adalah banyak panti jompo di Indonesia yang belum terancang sesuai standar kebutuhan para pengguna. Yang menjadi lebih menarik ternyata permasalahan perancangan panti jompo butuh diselesaikan dengan cara yang lebih khusus. Cabang ilmu sosial yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan seperti psikologi dalam hal ini mulai dikolaborasikan ke dalam proses perancangan ruang panti jompo. Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan keilmuan dalam lingkungan akademis dan masyarakat secara luas, semakin disadari bahwa para perancang ruang semakin perlu untuk menggunakan faktor empati yang diadopsi dari keilmuan sosial tersebut. Tujuannya untuk menghasilkan rancangan yang lebih bermakna dan tepat untuk digunakan dalam kondisi yang semakin ideal bagi para pengguna. Hasil penelitian secara keseluruhan akan ditunjukkan melalui eksplorasi pembelajaran dari institusi akademik saat ini yang semakin diperkaya dengan melibatkan masyarakat pengguna. Para peserta didik dihadapkan kepada pengujian yang praktis mewajibkan mereka menuangkan bidang keilmuannya secara nyata di dalam kehidupan bermasyarakat. Bentuk pembelajaran ini dilakukan pada studi Desain Interior dengan pendekatan Partisipatif yang menekankan pada perilaku manusia yang beraktivitas dalam ruang dan lingkungan sekitarnya. Kata kunci: pendidikan desain interior, desain partisipatif, panti jompo.
Cite
CITATION STYLE
Tumilar, E. S. (2019). Nilai Kemanusiaan dalam Proses Belajar Desain Interior Partisipatif yang Berpusat pada Pengguna. Waca Cipta Ruang, 5(1), 343–348. https://doi.org/10.34010/wcr.v5i1.1690
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.