Abstract
Buskita Transpakuan sebagai transportasi massal di Kota Bogor yang semakin diminati oleh masyarat luas. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan kajian penentuan tarif dengan metode Ability to Pay dan Willingness to Pay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tarif yang berlaku untuk BTS transpakuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang dianalisis data-data numeric (angka) kemudian dianalisis untuk diambil kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan (Abillity to Pay) lebih besar Rp. 4180,00 dari pada WTP (Willingness to Pay) Rp. 4.000,00 terjadi karena pengguna memiliki kemampuan membayar lebih tinggi tetapi kepuasan terhadap pelayanan yang digunakan masih rendah sehingga kemauan pengguna menjadi relatif rendah, maka diperlukanya peningkatan layanan, dan untuk hasil tarif layak saat ini adalah sebesar Rp. 4.090,00 jika di bulatkan menjadi Rp. 4.000,00. Prioritas perbaikan pelayanan yang di inginkan oleh penumpang Buskita Transpakuan Koridor 6 adalah pada aspek kenyamanan, diikuti dengan aspek keselamatan. Perolehan nilai headway pada hari senin, selasa, kamis dan sabtu pada 9 trayek angkutan Buskita Transpakuan Koridor 6 Kota Bogor yang melewati jalur Parung banteng – Air Mancur telah memenuhi standar indikator karena rata-rata nilai headway yaitu 8.1 menit setandar penilaian ideal 5-10 menit. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat operasi angkutan yang mayoritas masih tinggi.
Cite
CITATION STYLE
Ardila, F. A. A. D., Murtedjo, T., & Chayati, N. (2023). Studi Penentuan Tarif Buy the Service Transpakuan Koridor 6 Metode Ability to Pay dan Willingness to Pay. Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology, 4(2), 19–27. https://doi.org/10.52158/jaceit.v4i2.555
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.