Abstract
Salah satu cara pemeliharaan sapi bali yang kini dikembangkan adalah sistem pemeliharaan berbasis organik. Pakan yang berbasis organik kemungkinan komposisi pakan tidak seoptimal seperti pakan pada umumnya, seperti mineral dan zat organik lainnya. Keadaan dan komposisi pakan tersebut dapat mempengaruhi jumlah leukosit darah dan menimbulkan perubahan persentase sel leukosit seperti basofil, eosinofil, dan neutrofil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase basofil, eosinofil, neutrofil darah sapi bali yang dipelihara dengan pakan berbasis organik. Penelitian ini dilakukan di peternakan milik warga Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Sampel darah diambil dari 10 ekor sapi bali betina melalui vena jugularis dengan menggunakan venojec, dan dibuat apusan darah kemudian difiksasi dan diwarnai dengan Harris Hematoxillin-Eosin (HE). Persentase basofil, eosinofil, neutrofil dihitung dengan metode cross-sectional. Data yang diperoleh dan dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi yang dipelihara dengan sistem pemeliharaan berbasis organik mengalami basofilia, eosinofilia, dan neutropenia.
Cite
CITATION STYLE
Santika, P. A., Suwiti, N. K., & Setiasih, N. L. E. (2022). Persentase Basofil, Eosinofil dan Neutrofil Sapi Bali yang Dipelihara dengan Pakan Berbasis Organik. Buletin Veteriner Udayana, 231. https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i03.p06
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.