Ekstraksi Minyak Bunga Cempaka dengan Metode Hidrodistilasi dan Hidrodistilasi dengan Aliran Udara

  • Fachrudin F
  • Velayas A
  • Mahfud M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
69Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Minyak nilam dan cempaka merupakan minyak berat dan pada proses ekstraksinya masih banyak komponen fraksi berat yang belum terekstrak. Dari hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hal ini dapat dipengaruhi oleh perbedaan kondisi operasi dan metode yang digunakan. Oleh karena itu diperlukan adanya modifikasi kondisi operasi dari metode yang telah digunakan sebelumnya yaitu metode hidrodistilasi dengan penambahan aliran udara. Penambahan aliran udara ini diharapkan dapat membantu membawa komponen fraksi berat keluar dari bahan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses ektraksi minyak bunga cempaka dan daun nilam berdasarkan beberapa parameter seperti pengaruh laju alir udara, berat bahan baku dan waktu pengambilan sampel terhadap yield dan mutu minyak atsiri. Metode yang dilakukan yaitu metode hidrodistilasi dan hidrodistilasi dengan aliran udara pada suhu 100-1050C dan tekanan 1 atm. Ekstraksi bunga cempaka dilakukan pada skala lab, sedangkan ekstraksi daun nilam dilakukan pada skala besar (scale-up). Hasil penelitian menunjukan bahwa berat bahan baku optimum untuk menghasilkan yield minyak bunga cempaka dan daun nilam terbaik yaitu 125 gr dalam 400 ml pelarut dan 500 gr dalam 10 L pelarut. Yield minyak cempaka menggunakan metode hidrodistilasi dengan aliran udara (0,1684%) lebih baik dibandingkan metode hidrodistilasi (0,0424%), sedangkan yield minyak nilam menggunakan metode hidrodistilasi (4,1476%) lebih baik dibandingkan metode hidrodistilasi dengan aliran udara (4,0819%). Hasil analisa terhadap sifat fisik dari minyak nilam menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode hidrodistilasi maupun hidrodistilasi dengan aliran udara memiliki kualitas (berat jenis, kelarutan dan warna) yang sesuai dengan standar. Adapun analisa sifat kimia dari minyak cempaka dan minyak nilam menunjukkan bahwa pada metode hidrodistilasi dengan aliran udara memiliki kualitas (aroma) yang lebih baik dibandingkan dengan metode hidrodistilasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fachrudin, F., Velayas, A. I., Mahfud, M., & Qadariyah, L. (2016). Ekstraksi Minyak Bunga Cempaka dengan Metode Hidrodistilasi dan Hidrodistilasi dengan Aliran Udara. Jurnal Teknik ITS, 5(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v5i2.16788

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free