Abstract
Etil p-metoksisinamat (EPMS) merupakan senyawa utama dari rimpang kencur (Kaempferia galanga Linn) yang diisolasi dengan pelarut nonpolar yaitu n-heksan. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa EPMS memiliki efek farmakologi sebagai antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formulasi EPMS secara topikal dengan dibuat sediaan mikroemulgel. Metode yang digunakan dalam pembuatan mikroemulgel adalah dengan membuat sistem mikroemulsi spontan dan di loading kedalam basis gel. Fase minyak yang digunakan yaitu isopropil miristat, surfaktan yang digunakan yaitu tween 80, kosurfaktan etanol 96%, gelling agent yaitu carpopol 940, trietanolamin (TEA) sebagai pembasa dan propilenglikol sebagai humektan. Dosis EPMS yang digunakan sebanyak 200 µg/mL. Telah dibuat empat formulasi mikroemulgel yaitu B1, B2, B3 dan B4 dengan variasi konsentrasi surfaktan dan kosurfaktan. Hasil menunjukan formula terbaik yaitu pada formula B3 dengan formulasi isopropil miristat 5%, Tween 80 40%, etanol 96% 10%, Propilenglikol 10%, carbopol 1%, TEA dan aquades. Kesimpulan dari formula ini yaitu menunjukan bahwa penggunaan surfaktan dan kosurfaktan dalam jumlah besar membuat tampilan yang transparan serta stabilitas yang lebih baik dibandingkan formulasi yang lainnya.
Cite
CITATION STYLE
Sriarumtias, F. F., Mahendra Rizkio Syamsudin, R. A., Ummah, L., & Abdillah, F. F. (2022). FORMULASI DAN KARAKTERISASI MIKROEMULGEL ETIL P-METOKSISINAMAT (EPMS) DARI RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga Linn). Jurnal Kefarmasian Akfarindo, 8–14. https://doi.org/10.37089/jofar.vi0.106
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.