Studi Penafsiran Ayat-ayat Tawâdhu’ dalam Tafsir Al-Mishbah

  • Rahmawati A
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tawadhu’ artinya rendah hati, lawan dari sombong atau takabur. Tawâdhu’ merupakan sifat menonjol bagi seorang yang beriman, maka pemahaman serta pengamalan sifat ini adalah sebuah keharusan. Penelitian ini membahas tentang bagaimana penafsiran ayat-ayat tawâdhu’ dan bentuk-bentuknya dalam tafsir Al-Mishbah. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, kemudian menganalisis dengan pendekatan tafsir tematik. Dalam hal ini peneliti mengikuti cara kerja yang dipaparkan oleh Al-Farmawi dalam kitabnya Al-Bidâyah Fi Al-Tafsîr Al-Maudhû’i. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tawadhu’ adalah suatu akhlak terpuji yang tidak terbatas pada perilaku keseharian saja, tetapi meliputi sikap seorang hamba kepada Rabb-nya serta muamalah kepada sesama manusia pada umumnya dan saudara seiman pada khususnya. Adapun bentuk-bentuk tawâdhu’ dalam tafsir Al-Mishbah adalah menganggap sesama mukmin sebagai saudara, lemah lembut dalam bergaul dan menasihati,membantu meringankan kesulitan orang lain, menerima kebenaran dari siapa saja, selalu menyadari kekuasaan Allah, tidak menyombongkan karunia yang Allah berikan, dekat dan akrab serta melindungi saudara seiman yang lemah, berkepribadian lemah lembut dan penuh wibawa, tidak menghiraukan perkataan yang menimbulkan emosi, tidak memalingkan muka saat bertemu orang lain, tidak berjalan dengan angkuh, tidak membanggakan keimanan yang dimiliki, saling menyayangi dan saling menolong.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahmawati, A. (2020). Studi Penafsiran Ayat-ayat Tawâdhu’ dalam Tafsir Al-Mishbah. Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 3(2), 72. https://doi.org/10.58438/alkarima.v3i2.74

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free