Abstract
This research explains the roles of communication technology on the migration process of labor migrants in Batam, Indonesia. Differences between places are strong reasons for people to migrate. The advances in communication technology have freed up opportunities for people to migrate. Technology has made it more accessible for migrants to raise links to their next destination through the internet. Interactions within communication technology make migration easier by decreasing the expenses and risks of moving. The explanations in this study are to understand the communication technology for the migrating process and calculate the social networks of migrants. This research applied mixed methods to explore the migration process with data collected included quantitative data from a survey with 500 respondents and supported by qualitative data from in-depth interviews. The results: 1) Communication technology helps migrants in the migration process, especially for searching for information about the destination area. 2) The migrant who uses communication technology has a strong social network and less risk of migration. The role of communication technology in the migration's processes is as a tool to maintain social ties of migrants, migrant uses their social media to make contact and gain information about their destination. This study related to SDGs' target number 10.7 which facilitates orderly, safe, regular and responsible migration and mobility of people, including through the implementation of planned and well-managed migration policies, communications technology facilitate safe and well-managed migration.Penelitian ini menjelaskan peran teknologi komunikasi pada proses migrasi pekerja migran di Batam, Indonesia. Perbedaan antara daerah adalah alasan kuat bagi orang untuk bermigrasi. Kemajuan dalam teknologi komunikasi telah memberikan peluang bagi orang untuk bermigrasi. Teknologi telah membuatnya lebih mudah diakses bagi migran untuk meningkatkan hubungan ke daerah tujuan melalui internet. Interaksi dalam teknologi komunikasi membuat migrasi lebih mudah dengan mengurangi biaya dan risiko migrasi. Penjelasan dalam penelitian ini adalah untuk memahami teknologi komunikasi dalam proses migrasi dan memperincikan jejaring sosial para migran. Penelitian ini menerapkan metode mixed methods untuk mengeksplorasi proses migrasi dengan data yang dikumpulkan termasuk data kuantitatif dari survei dengan 500 responden dan didukung oleh data kualitatif dari wawancara mendalam. Hasilnya: 1) Teknologi komunikasi membantu migran dalam proses migrasi, terutama untuk mencari informasi tentang daerah tujuan. 2) Migran yang menggunakan teknologi komunikasi memiliki jaringan sosial yang kuat dan mengurangi risiko migrasi. Peran teknologi komunikasi dalam proses migrasi adalah sebagai alat untuk menjaga ikatan sosial para migran, migran menggunakan media sosial mereka untuk melakukan kontak dan mendapatkan informasi tentang tujuan mereka. penelitian ini berhubungan dengan Sustainable Development Goals (SDG) target nomor 10.7 yang memfasilitasi migrasi yang tertib, aman, teratur dan bertanggung jawab serta mobilitas orang, termasuk melalui implementasi kebijakan migrasi yang terencana dan terkelola dengan baik.
Cite
CITATION STYLE
Hidayati, I. (2019). The Process of Migration and Communication Technology Roles among Labor Migrants in Batam - Indonesia. Society, 7(2), 173–184. https://doi.org/10.33019/society.v7i2.99
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.