Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap perilaku imitasi siswa SMA Negeri 3 Wonogiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode random sampling, melibatkan 100 siswa sebagai responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah intensitas penggunaan media sosial, sedangkan variabel terikat adalah perilaku imitasi siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang telah diuji melalui uji validitas, reliabilitas, dan normalitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh item instrumen dinyatakan valid dan reliabel, serta data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi sebesar 0,102 > 0,05. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial terhadap perilaku imitasi siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,599 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,359. Hal ini menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial memberikan kontribusi sebesar 35,9% terhadap perilaku imitasi siswa, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, intensitas penggunaan media sosial berperan penting dalam membentuk perilaku imitasi siswa, sehingga diperlukan pendampingan dan pengawasan yang tepat agar pengaruh yang ditimbulkan bersifat positif.
Cite
CITATION STYLE
Recha, A. N., & Wicaksono, D. P. A. (2026). Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Perilaku Imitasi Siswa SMA Negeri 3 Wonogiri. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(1), 606–610. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10379
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.