Abstract
This study examines the phenomenon of cultural sacralization in the implemen-tation of aqiqah and tasyakuran in Gowok Kepuh Village, Sukajaya Village Curug District, Serang City, with the Living Qur'an Study approach. Aqiqah and Tasyakuran are religious practices in Islam that involve giving qurbani as an expression of gratitude to Allah for the birth of a child. The main objective of this study is to understand how the culture of aqiqah and tasyakuran is an integral part of the life of the local community and the extent to which the influence of religion and local wisdom interact in the implementation of this ritual. This study adopts a qualitative descriptive method with the Living Qur'an Study approach that emphasizes the understanding of religion in the context of daily life. Data were obtained through participatory observation, interviews, and analysis related to aqiqah and tasyakuran rituals. The findings of the study indicate that the implementation of aqiqah and tasyakuran in Gowok Kepuh Village has experienced a strong cultural sacralization, where local practices and religious values blend with each other such as the sacrifice of goats and chickens at the same time, the presence of candles, scissors, fragrances, water, and young coconuts The findings of this study can provide deeper insights into how local culture and religion can influence each other in the context of the implementation of religious rituals, as well as the relevance of the Living Qur'an Study in understanding and explaining this phenomenon. This research can also provide a more comprehensive view of social and religious dynamics in the community of Gowok Kepuh Village, Sukajaya Village, Curug District, Serang City.Penelitian ini mengkaji fenomena sakralisasi budaya dalam pelaksanaan aqiqah dan tasyakuran di Kampung Gowok Kepuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, dengan pendekatan Studi Living Qur'an. Aqiqah dan tasyakuran adalah praktik keagamaan dalam agama Islam yang melibatkan pemberian kurban sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas kelahiran seorang anak. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana budaya pelaksanaan aqiqah dan tasyakuran menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat dan sejauh mana pengaruh agama dan kearifan lokal berinteraksi dalam pelaksanaan ritual ini. Penelitian ini mengadopsi metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Studi Living Qur'an yang menekankan pada pemahaman agama dalam konteks kehidupan sehari-hari. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis terkait ritual aqiqah dan tasyakuran. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penyelenggaraan aqiqah dan tasyakuran di Kampung Gowok Kepuh telah mengalami sakralisasi budaya yang kuat, di mana praktik-praktik lokal dan nilai-nilai agama saling berbaur seperti kurban kambing dan ayam yang bersamaan, adanya lilin, gunting, wewangian, air, dan kelapa muda. Temuan penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana budaya lokal dan agama dapat saling memengaruhi dalam konteks pelaksanaan ritual keagamaan, serta relevansi Studi Living Qur'an dalam memahami dan menjelaskan fenomena ini. Penelitian ini juga dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang dinamika sosial dan agama di masyarakat Kampung Gowok Kepuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang.
Cite
CITATION STYLE
Tamimi Setia Alam, Sholahuddin Al Ayubi, & Ade Fakih Kurniawan. (2024). Bela as the Cultural Sacrification of the Implementation of Aqiqah and Tasyakuran in Gowok Kepuh Village, Serang City (Studi Living Qur’an). Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Quran Dan Tafsir, 4(1), 312–326. https://doi.org/10.19109/jsq.v4i1.23417
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.