Aktualisasi Diri Menurut Perspektif Psikologi Barat dan Perspektif Tasawuf

  • Halimatus Sa’diyah
  • Mahira Salimah Gumilar
N/ACitations
Citations of this article
70Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Aktualisasi diri merupakan puncak dari perjalanan eksistensial manusia menuju keutuhan dan makna hidup. Kajian ini membandingkan dua pendekatan besar dalam memahami aktualisasi diri: psikologi humanistik dan tasawuf. Psikologi humanistik, sebagaimana dikembangkan oleh Abraham Maslow dan Carl Rogers, menekankan pertumbuhan individu menuju kebebasan, otonomi, dan pemenuhan potensi secara duniawi. Sebaliknya, dalam perspektif tasawuf, aktualisasi diri merupakan proses spiritual menuju Tuhan melalui pembersihan jiwa, pengendalian ego, dan pencapaian ma'rifah. Studi ini menemukan bahwa meskipun memiliki perbedaan orientasi, antroposentris dan teosentris. keduanya bertemu dalam kesamaan esensial, yaitu pengembangan potensi terdalam manusia menuju keutuhan diri. Kajian ini merekomendasikan integrasi kedua pendekatan sebagai landasan pemahaman holistik tentang eksistensi manusia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Halimatus Sa’diyah, & Mahira Salimah Gumilar. (2025). Aktualisasi Diri Menurut Perspektif Psikologi Barat dan Perspektif Tasawuf. JURNAL ILMIAH NUSANTARA, 2(5), 930–940. https://doi.org/10.61722/jinu.v2i5.5698

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free