Kota Bagdad sebagai Central Peradaban Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah

  • Ibrahim A
N/ACitations
Citations of this article
490Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Baghdad merupakan kota yang diperkenalkan oleh Khalifah Al-Manshur, yaitu khalifah Abbasiyah kedua setelah khalifah As-Saffah yang merupakan pendiri pertama Daulah Abbasiyah. Baghdad semasa dalam pemerintahan Abbasiyah telah memenuhi cahaya Ilmu dan telah membangkitkan seni dan Budaya Islam. Adanya perkembangan Intelektual Islam, dimana Abbasiyah mendatangkan para tokoh-tokoh ilmuan tertinggi baik dalam bidang ilmu umum maupunagama. Serta perkembangan peradaban di bidang fisik, seperti pembangunan sekolah, madrasah, masjid, istana dan pembangunan yang sangat bersejarah adalah perpustakaan yang didirikan oleh khalifah Harun ar-Rasyid, yang dinamakan Baitul Hikmah. Khalifah-khalifah setelah al-Mansur membangun Kota Baghdad dengan mendirikan sarana-sarana ibadah, pendidikan, dan ilmu pengetahuan. Sehingga, pada tahun 800 M, Kota Baghdad telah menjelma menjadi kota besar yang menjadi pusat pendidikan, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan politik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ibrahim, A. (2021). Kota Bagdad sebagai Central Peradaban Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah. Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, 3(1), 43–54. https://doi.org/10.32505/lentera.v3i1.3083

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free