Abstract
Data bukan sekadar deretan angka tak bermakna, tetapi di dalamnya ada kepentingan perencanaan pembangunan yang memadai. Dalam konteks perlindungan dan jaminan sosial, Regsosek dapat diposisikan sebagai salah satu strategi pelaksanaan reformasi sistem perlindungan sosial. Upaya pendataan “kuantitatif” yang berhubungan dengan perlindungan sosial seperti perlu dikuatkan dengan penarasian emik kualitatif, baik dalam proses pendataannya maupun dalam substansi data terkait aspek-aspek terkait dalam perlindungan sosialnya. Buku Seri 1 diawali dengan ruang lingkup penarasian emik wilayah Indonesia Tengah dan Timur (Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua). Penarasian emik pada tulisan ini menawarkan berbagai variabel yang dapat dikembangkan dalam penentuan aspek-aspek kesejahteraan sosial dan kelayakan penerima program perlindungan dan jaminan sosial. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan sekaligus pembelajaran bahwa proses pendataan tidaklah sederhana. Aspek dukungan kelembagaan formal dan sosial tradisi beserta life story dari para pendata dan masyarakat yang didata dikisahkan sebagai jalan utama dari “lika liku” program pendataan nasional ini. Metode penelitian kualitatif yang digunakan menuntun adanya kedalaman data untuk memahami proses interaksi, perilaku, harapan, dan tujuan yang hendak dicapai di dalamnya. Metode ini dipilih sebagai ikhtiar untuk mendapatkan pemahaman mendalam atas berbagai aktivitas. Artinya, angka tidak sekadar angka yang dihasilkan dari lembar kuesioner yang ditanyakan pendata kepada subyeknya, tetapi di dalamnya ada makna dan harapan yang dihadirkan.
Cite
CITATION STYLE
Muhammad Alie Humaedi. (2023). Mendata Bangsa, Menawarkan Solusi: Benang Merah Penarasian Emik Tujuh Lokasi. In Mencatat untuk Membangun Negeri: Narasi Emik Registrasi Sosial Ekonomi Jilid 1 Indonesia Tengah-Timur. Penerbit BRIN. https://doi.org/10.55981/brin.775.c695
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.