Abstract
Pola makan seimbang adalah cara pengaturan jumlah dan jenis makan dalam bentuk susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi, terdiri dari enam zat yaitu karbohidrat, protein, lemak,vitamin, mineral, air dan keaneka ragam makanan. Jenis makanan yang dikonsumsi harusnya mengandung gizi yang tinggi sesuai dengan kebutuhan balita. Frekuensi pola makan pada anak balita jauh berbeda dengan orang dewasa, ini disebabkan oleh kebutuhan gizi untuk balita cenderung lebih sedikit jumlahnya dibandingkan orang dewasa. pola makan harus memiliki kandungan air dan serat yang sesuai, serta memiliki tekstur yang lebih lunak hingga memberikan rasa kenyang pada balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola makan seimbang terhadap kejadian stunting pada balita di desa Arongan kabupaten Aceh Barat. Rancangan penellitian yaitu menggunakan kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional, populasi dalam penelitian yaitu sebanyak 84 orang dan di ambil sampel sebanyak 42 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Arongan Kabupaten Aceh Barat. Hasil penelitian Terdapat hubungan antara faktor jumlah makan (pvalue = 0,006 < α = 0.05, RP = 2,478), terdapat hubungan antara faktor jenis makan (pvalue = 0,005 < α = 0.05, RP = 2,429), terdapat hubungan antara faktor frekuensi makan (pvalue = 0,014< α = 0.05, RP = 2,208), dan terdapat hubungan antara faktor jadwal makan (pvalue = 0,000< α = 0.05, RP = 3,750) terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Desa Arongan Kabupaten Aceh Barat Kata kunci:, jumlah makan, Jenis makan, Frekuensi makan , jadwal makan, Kejadian stunting.
Cite
CITATION STYLE
Fadliana, N., Mulyani, I., & Marniati, M. (2022). HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN SEIMBANG TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA ARONGAN KAB ACEH BARAT. Jurnal Pembelajaran Dan Sains (JPS), 1(3). https://doi.org/10.32672/jps.v1i3.127
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.