Abstract
ABSTRAK Erwinia chrysanthemi (saat ini Dickeya sp.) merupakan salah satu organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) A2 yang harus diwaspadai penyebarannya pada tanaman kentang di Indonesia. Tujuan penelitian ialah mendeteksi dan mengidentifikasi E. chrysanthemi pada tanaman kentang di Jawa. Sebanyak 400 sampel tanaman kentang yang menunjukkan gejala busuk lunak dan layu diambil dari beberapa daerah di Pangalengan dan Garut (Jawa Barat), Dieng (Jawa Tengah), dan Batu-Malang (Jawa Timur). Kejadian penyakit E. chrysanthemi ditentukan dengan Indirect-ELISA menggunakan antiserum poliklonal. Isolasi E. chrysanthemi dilakukan dari sampel positif ELISA. Karakterisasi isolat dilakukan dengan GEN III OmniLog ID System dan PCR. Primer spesifik Ec3F/Ec4R dan primer universal 16S rRNA, yaitu 27F/1429R, digunakan untuk menentukan sikuen DNA. Insidensi E. chrysanthemi mencapai 26.25% berdasarkan hasil ELISA. Bakteri dari sampel positif ELISA terdiri atas 37 isolat. Berdasarkan uji Gram, katalase, oksidase, dan oksidasi-fermentasi, 4 isolat bakteri diduga sebagai E. chrysanthemi. Hasil konfirmasi dengan Gen III OmniLog System, PCR, dan analisis gen 16S rRNA membuktikan tidak ada isolat bakteri yang teridentifikasi sebagai E. chrysanthemi. Sebaliknya, dengan pengujian tersebut diindentifikasi bakteri Pseudomonas oryzihabitans, Pantoea agglomerans, dan Pseudomonas viridiflava. Oleh karena E. chrysanthemi tidak dapat dikonfirmasi keberadaannya pada tanaman kentang di Jawa maka status OPTK A2 E. chrysanthemi pada tanaman kentang tidak terbukti dan diusulkan sebagai OPTK A1. Kata kunci: Erwinia chrysanthemi, OmniLog, Pantoea agglomerans, Pseudomonas viridiflava ABSTRACT Erwinia chrysanthemi (currently Dickeya sp.) is one of the A2 quarantine pest that must be concerned of its distribution on potato in Indonesia. The aim of this study is to detect and identify E. chrysanthemi from potato in Java. A total of 400 samples of potato plants showing symptoms of soft rot were obtained from several potato areas in Pangalengan and Garut (West Java), Dieng (Central Java), and Batu-Malang (East Java). Disease incidence was determined by indirect enzyme-linked immunosorbent assay (I-ELISA) using polyclonal antiserum. E.chrysanthemi was isolated from plant samples with positive ELISA results. Furthermore, bacterial isolates were characterized by GEN III OmniLog ID System and PCR using specific primers Ec3F/Ec4R, as well as the universal 16S rRNA primer pair of 27F/1429R. The incidence of E. chrysanthemi based on ELISA was 26.25%. From these samples, 37 bacterial isolates
Cite
CITATION STYLE
Haerani, H., Nawangsih, A. A., & Damayanti, T. A. (2015). Deteksi dan Identifikasi Dickeya sp. sebagai Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina A2 pada Tanaman Kentang di Jawa. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 11(4), 105–112. https://doi.org/10.14692/jfi.11.4.105
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.