Abstract
Semen merupakan material perekat yang memiliki sifat mampu mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kompak dan kuat seperti sebuah beton. Dalam proses produksi, semen mengeluarkan gas emisi karbondioksida yang menimbulkan efek rumah kaca. Dengan perkembangan disektor konstruksi, para ahli menemukan bahan pengganti semen yaitu fly ash atau abu terbang. Fly ash dapat bereaksi dengan larutan alkali aktifator untuk mengikat material campuran beton. Beton yang menggunakan fly ash biasa disebut dengan beton geopolimer.Penelitian beton geopolimer ini menggunakan variasi perbandingan larutan NaOH dengan Na2SiO3 yaitu 1:1 dan 1,5:1. Molaritas NaOH yang digunakan adalah 8M. Pengujian kuat tekan beton akan dilakukan pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari setelah pengecoran. Curing menggunakan oven dengan suhu 60°C. Kuat tekan optimal dicapai oleh beton geopolimer dengan rasio 1:1 sebesar 25,821 N/mm2. Nilai slump pada beton geopolimer 1,5:1 lebih besar dibanding beton geopolimer 1:1. Berat jenis beton geopolimer dengan rasio 1,5:1 sebesar 2300,955 kg/m3 sedangkan berat jenis beton geopolimer dengan rasio 1:1 sebesar 2285,032 kg/m3.
Cite
CITATION STYLE
Swardika, D. P. (2019). PENGARUH RASIO LARUTAN ALKALI AKTIFATOR TERHADAP KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH EX PLTU SURALAYA BANTEN. Prosiding Seminar Intelektual Muda, 1(2). https://doi.org/10.25105/psia.v1i2.6600
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.