Abstract
Kateterisasi urin adalah suatu tindakan untuk memasukkan kateter ke dalam kandung kemih pasien melalui uretra yang digunakan di Rumah Sakit. Pemakaian kateter urin meningkatan risiko infeksi saluran kemih (ISK) sekitar 5% setiap harinya. Kejadian infeksi nosokomial 3 kali lebih tinggi terjadi di ruang rawat inap kelas III. Menurut penelitian bakteri yang ditemukan sebagai penyebab infeksi saluran kemih akibat kateter urin memiliki potensi yang cukup tinggi untuk menjadi bakteri penghasi Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL). ESBL ini merupakan enzim β-laktamase yang termutasi, menyebabkan peningkatan aktivitas enzimatik β-laktamase, sehingga enzim ini dapat menghidrolisis sefalosporin generasi ketiga dan aztreonam. Untuk mengetahui adanya bakteri gram negatif penghasil ESBL pada urin pengguna kateter di ruang rawat inap kelas III RSUD Dr. H. Abdul Moloek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menggunakan kateter di ruang rawat inap kelas III sebanyak 22 sampel. Kemudian sampel dilakukan uji kultur, uji biokimia dan Double Disc Synergy Test. Hasil penelitian dari 22 pasien yang dilakukan uji kultur terdapat 4 pasien yang terdapat bakteri gram negatif penghasil ESBL yaitu 3 bakteri Escherichia coli (75%)dan 1 bakteri Pseudomonas aeruginosa (25%), dari hasil tersebut bakteri terbanyak penghasil ESBL adalah Escherichia coli. Kesimpulannya didapatkan bakteri penghsasil ESBL terbanyak adalah Escherichia coli sebanyak 75%.
Cite
CITATION STYLE
Amelia, R. R., Anjani Putri, R., & Soleha, T. U. (2023). Identifikasi Bakteri Gram Negatif Penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) Pada Urin Pengguna Kateter di Ruang Rawat Inap Kelas III RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung. Medical Profession Journal of Lampung, 13(1), 1–7. https://doi.org/10.53089/medula.v13i1.502
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.