Abstract
Stroke merupakan sindrom neurologis dengan karakteristik defisit neurologis tanpa adanya konflusi akibat kelainan peredaran darah cerebral yang berlangsung selama 24 jam atau lebih. Status neurologis penderita stroke dapat diukur dengan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS). Pemeriksaan ini untuk menilai kemajuan hasil perawatan pasien stroke yang terdiri dari 11 komponen. Pemberian posisi kepala 30° disertai dengan passive range of motion (PROM) merupakan kombinasi tindakan yang berfungsi memaksimalkan oksigenasi jaringan serebral dan kemampuan motorik, sehingga penyembuhan pada pasien stroke akan menjadi lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi posisi kepala 30° dan PROM terhadap penurunan skor NIHSS pada pasien stroke. Desain penelitian menggunakan Quasi Experimental dengan pendekatan pretest posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 14 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok. Hasil penelitian menggunakan uji dependen t-test menunjukkan ada pengaruh kombinasi posisi kepala 30° dan PROM terhadap skor NIHSS pada pasien stroke dengan P value = 0,002 (α<0,05). Saran penelitan ini perawat dapat menerapkan kombinasi posisi kepala 30° dan PROM sebagai intervensi mandiri keperawatan pada pasien stroke untuk dalam upaya memberikan penyembuhan yang lebih cepat dan menjadikan salah satu SOP dalam perawatan pasien stroke dirumah sakit.
Cite
CITATION STYLE
Kusuma, A. H., & Anggraeni, A. D. (2021). KOMBINASI POSISI KEPALA 30° DAN PASIVE RANGE OF MOTION TERHADAP SKOR NIHSS PADA PASIEN STROKE. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 12(1), 30–37. https://doi.org/10.34305/jikbh.v12i1.251
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.