Regurgitasi Gastroesofageal Bukan Faktor yang mempengaruhi Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 0 sampai 6 Bulan: Penelitian Observasional

  • Yanthi D
  • Samsuddin S
  • Nurjannah N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Regurgitasi setelah menyusui, apabila terjadi secara berlebihan dengan frekuensi sering dan dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan nutrisi pada bayi yang secara berkepanjangan menghambat proses pertumbuhan. Penelitian ini berujutan untuk mengidentifikasi kejadian regurgitasi gastroesofageal terhadap peningkatan berat badan bayi usia 0-6 bulan. Pelaksanaan penelitian menggunakan desain observasional, dan berlokasi di Puskesmas Lepo-Lepo pada bulan September-Desember 2020. Populasi 150 bayi, dan total sampel 60 bayi sebagai responden. 88,11% bayi yang mengalami kejadian regurgitasi <3 kali mengalami kenaikan berat badan, demikian juga pada 11,6% yang mengalami kejadian regurgitasi 3-5 kali perhari. Kejadian regurgitasi tidak mempengaruhi kenaikan berat badan bayi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yanthi, D., Samsuddin, S., Nurjannah, N., & Rundu, R. (2022). Regurgitasi Gastroesofageal Bukan Faktor yang mempengaruhi Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 0 sampai 6 Bulan: Penelitian Observasional. Jurnal Stunting Pesisir Dan Aplikasinya, 1(2). https://doi.org/10.36990/jspa.v1i2.653

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free