Abstract
Berdasarkan data dari Kemenkes RI tahun 2019 Incidence rate (IR) DBD di Indonesia tahun 2019 sebesar 51,48 per 100.000 penduduk, meningkat daripada dua tahun lalu yakni 2016 dan 2017 saat incidence rate (IR) DBD sebesar 26,1 dan 24,75 per 100.000 penduduk. berdasarkan angka kematian atau case fatality rate (CFR) terlihat menurun sedikit dari tahun 2018 sebesar 0,71% menjadi 0,67% di 2019. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD). Jenis penelitian yang digunakan adalah literature review dengan metode systematic literature review, jumlah artikel yang di review sebanyak 5 artikel, proses analisis artikel dengan teknik mencari kesamaan, memberikan pandangan, membanding, dan meringkas. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD). Adanya hubungan dilihat dari beberapa penelitian yang menyatakan kepala keluarga banyak yang tidak melaksanakan PSN dengan baik. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan signifikan antara perilaku PSN dengan kejadian DBD. Maka kepala keluarga diharapkan dapat memberi contoh bagi keluarganya agar melaksanakan perilaku dalam memberantas sarang nyamuk dengan baik sehingga dapat mengurangi angka kejadian DBD
Cite
CITATION STYLE
Widyastuti, S. D. (2022). HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD). JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 10(1), 22–29. https://doi.org/10.36973/jkih.v10i1.338
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.