Politik dan Tradisi: Politik Uang dalam Pemilihan Kepala Desa

  • Putri M
  • Arifani N
  • Ratnasari D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
141Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pemilihan kepala desa merupakan pesta demokrasi bagi masyarakat seperti yang terjadi di Desa Kedungjati. Masyarakat Desa Kedungjati memiliki ikatan yang kuat sehingga mengenal calon kepala desa. Namun faktanya, kecurangan masih sering dijumpai salah satunya adalah praktik politik uang. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tindakan rasional masyarakat Desa Kedungjati mengenai penerimaan politik uang. Pemilihan calon Kepala Desa Kedungjati dimenangkan oleh calon dengan politik uang paling sedikit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Desa Kedungjati yang menerima politik uang saat pemilihan Kepala Desa Kedungjati sedang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan masyarakat Desa Kedungjati menerima politik uang didasari oleh tindakan rasional tujuan. Masyarakat menganggap politik uang sebagai tradisi. Masyarakat Desa Kedungjati akan datang ke TPS dengan membawa uang sangu atau uang pemberian calon. Politik uang diterima karena anggapan bahwa menolak rejeki bukanlah hal yang baik. Sejak awal masyarakat telah mengetahui adanya motif dan tujuan dari calon. Namun di sisi lain, masyarakat telah memiliki kriteria calon sendiri tanpa paksaan dari politik uang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Putri, M. I. D., Arifani, N., Ratnasari, D., Auliavia, M. V., & Nuriyah, S. (2020). Politik dan Tradisi: Politik Uang dalam Pemilihan Kepala Desa. Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 17(2), 72. https://doi.org/10.36451/j.isip.v17i2.46

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free