Aplikasi Pupuk Kompos Limbah Belimbing Tasikmadu untuk Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa L.)

  • Siregar F
  • Sumiasih I
  • Puspitawati M
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK Attaqie Farm dikenal sebagai kawasan agropolitan budidaya belimbing. Belimbing Tasikmadu memiliki rasa yang manis dan gurih. Kebun Attaqie Farm memproduksi 1.000 kg buah per hari dan menghasilkan limbah yaitu daun, buah sisa penjarangan, dan ranting-ranting, hasil limbah tersebut mencapai 5-10 kg. Jika diolah maka akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat seperti pupuk organik. Usaha yang dapat meningkatkan mutu atau produksi pakcoy salah satunya dengan penganekaragaman pola budidaya agar menjaga kesuburan lahan dan juga untuk pertanian berkelanjutan. Metode dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada satu faktor, perlakuan diulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan diberikan 3 unit percobaan, 5 taraf yang diaplikasikan dosis yaitu: 0 ton/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha, dan 40 ton/ha. Unsur hara pupuk kompos memiliki kandungan N, P, K masing-masing dengan nilai 2.78%, 0.88%, dan 2.70%. Dosis optimum untuk sayur pakcoy yaitu 20 ton/ha (setara dengan 40 g/polybag). Hal tersebut dibuktikan dengan parameter lebar daun yang berpengaruh nyata dengan nilai 5.17 cm. Kata Kunci: Attaqie Farm, limbah belimbing tasikmadu, pakcoy, pupuk organik

Cite

CITATION STYLE

APA

Siregar, F., Sumiasih, I. H., & Puspitawati, M. D. (2022). Aplikasi Pupuk Kompos Limbah Belimbing Tasikmadu untuk Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa L.). Agrin, 26(2), 72. https://doi.org/10.20884/1.agrin.2022.26.2.681

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free